
Gorontalo – Jurusan Ilmu Lingkungan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mempertegas arah pengembangan keilmuannya melalui visi yang berfokus pada konservasi biodiversitas berbasis agromaritim dengan pendekatan ekospasial di Kawasan Wallacea.
Visi keilmuan ini menegaskan komitmen jurusan dalam mengkaji serta mengembangkan ilmu lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kawasan Wallacea dipilih sebagai fokus karena memiliki keunikan biodiversitas yang tinggi serta peran penting dalam keseimbangan ekosistem global.
Ketua Jurusan Ilmu Lingkungan FMIPA UNG menyampaikan bahwa pendekatan agromaritim menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan keilmuan, dengan mengintegrasikan sektor pertanian, perairan, dan kelautan secara berkelanjutan. Selain itu, pendekatan ekospasial turut menjadi landasan dalam memahami pola, dinamika, serta pengambilan keputusan berbasis data keruangan.
“Melalui visi ini, kami ingin menghasilkan lulusan dan penelitian yang mampu menjawab tantangan lingkungan secara komprehensif, khususnya di wilayah Wallacea yang kaya akan keanekaragaman hayati,” ujarnya.
Sebagai implementasi dari visi tersebut, Jurusan Ilmu Lingkungan terus mendorong penguatan riset, kolaborasi lintas disiplin, serta keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan akademik dan lapangan. Fokus keilmuan yang dikembangkan meliputi konservasi biodiversitas, sistem agromaritim, analisis ekospasial, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Dengan mengusung nilai ilmiah, inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, Jurusan Ilmu Lingkungan FMIPA UNG optimis dapat menjadi pusat unggulan dalam pengembangan ilmu lingkungan di tingkat regional maupun nasional.
Ke depan, jurusan ini diharapkan mampu berkontribusi lebih luas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di Kawasan Wallacea sebagai salah satu pusat biodiversitas dunia.