
Limboto, 29 April 2026 — Mahasiswa Program Studi Ilmu Lingkungan melaksanakan kegiatan praktikum lapangan Mata Kuliah Manajemen Kualitas Udara di wilayah Limboto pada hari ini. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik yang bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap kondisi kualitas udara, sumber pencemar, serta teknik pemantauan lingkungan secara langsung di lapangan. Praktikum ini dibimbing oleh dosen pengampu, Prof. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si. dan Moh. Khamal Salote, S.Pd., M.Si..
Kegiatan praktikum dilaksanakan dengan pendekatan ilmiah melalui observasi lapangan, identifikasi sumber emisi, serta pengukuran parameter lingkungan yang berpengaruh terhadap kualitas udara ambien. Mahasiswa melakukan pengamatan terhadap aktivitas transportasi, kawasan permukiman, area perdagangan, serta faktor meteorologis seperti arah angin, suhu udara, dan kelembapan yang berpotensi memengaruhi dispersi polutan di atmosfer. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami hubungan antara aktivitas manusia dan perubahan kualitas udara pada suatu wilayah.
Menurut dosen pengampu, praktikum lapangan merupakan sarana penting dalam mengintegrasikan teori yang diperoleh di ruang kelas dengan realitas kondisi lingkungan di lapangan. Dalam Mata Kuliah Manajemen Kualitas Udara, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep pencemaran udara secara teoritis, tetapi juga dilatih untuk menganalisis sumber pencemar, menilai risiko lingkungan, serta merumuskan strategi pengendalian yang sesuai berdasarkan data lapangan.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja untuk memudahkan proses pengumpulan data. Setiap kelompok melakukan pencatatan intensitas lalu lintas kendaraan, keberadaan sumber pembakaran terbuka, vegetasi penyangga, serta kondisi tata ruang sekitar lokasi pengamatan. Data yang diperoleh nantinya akan dianalisis lebih lanjut menggunakan metode evaluasi kualitas udara untuk mengetahui tingkat tekanan lingkungan pada kawasan tersebut.
Prof. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si. menjelaskan bahwa pengelolaan kualitas udara merupakan isu penting dalam pembangunan berkelanjutan, terutama di wilayah yang mengalami pertumbuhan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa Ilmu Lingkungan perlu memiliki kompetensi dalam melakukan pemantauan, interpretasi data, serta penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis ilmiah guna mendukung kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Moh. Khamal Salote, S.Pd., M.Si. menambahkan bahwa kegiatan praktikum semacam ini juga bertujuan membangun keterampilan teknis mahasiswa, seperti penggunaan instrumen pengukuran sederhana, teknik sampling, penyusunan laporan ilmiah, serta kemampuan bekerja secara kolaboratif di lapangan. Kompetensi tersebut sangat dibutuhkan bagi lulusan Ilmu Lingkungan dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan kebutuhan pengelolaan lingkungan modern.

Mahasiswa peserta praktikum menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman nyata dalam memahami dinamika pencemaran udara di kawasan perkotaan maupun semi perkotaan. Mereka dapat melihat secara langsung berbagai faktor yang memengaruhi kualitas udara, mulai dari kepadatan kendaraan bermotor, aktivitas domestik masyarakat, hingga peran ruang terbuka hijau sebagai penyeimbang ekologis.
Melalui pelaksanaan praktikum Mata Kuliah Manajemen Kualitas Udara di Limboto ini, Program Studi Ilmu Lingkungan terus menunjukkan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan yang aplikatif, berbasis riset, dan responsif terhadap isu-isu lingkungan aktual. Diharapkan kegiatan ini mampu mencetak lulusan yang memiliki kapasitas akademik, keterampilan teknis, serta kepedulian tinggi terhadap perlindungan kualitas lingkungan hidup.