
Botutonuo, 3 November 2024 – Mahasiswa Jurusan Ilmu Lingkungan mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Wisata Botutonuo, Gorontalo, dengan mengusung tema “Edukasi dan Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik di Wilayah Pesisir sebagai Upaya Konservasi Lingkungan”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengunjung wisata tentang pentingnya pengelolaan sampah di area pesisir guna menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan PKM ini dibuka langsung oleh Ketua Jurusan Ilmu Lingkungan, Prof. Dr. Sukirman Rahim, S.Pd., M.Si, yang menyampaikan pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan wisata yang berada di daerah pesisir. Dalam sambutannya, Prof. Sukirman menekankan bahwa penanganan sampah organik dan anorganik harus menjadi perhatian utama dalam menjaga ekosistem laut, pantai, dan area pesisir agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Rangkaian Edukasi dan Pelatihan Pengelolaan Sampah
Sebagai bagian dari kegiatan PKM ini, mahasiswa memberikan sosialisasi kepada masyarakat lokal dan pengunjung wisata tentang jenis-jenis sampah serta cara penanganannya. Materi edukasi yang diberikan mencakup pengenalan tentang sampah organik dan anorganik, perbedaan karakteristiknya, serta dampak negatif sampah terhadap ekosistem pesisir. Para mahasiswa juga menjelaskan bagaimana pengelolaan sampah yang baik dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan laut dan pantai.

Selain edukasi, mahasiswa Jurusan Ilmu Lingkungan juga mengadakan pelatihan singkat tentang cara-cara mendaur ulang sampah anorganik dan mengolah sampah organik menjadi kompos. Di bawah bimbingan para dosen pendamping, peserta diajarkan cara membuat kompos dari sampah organik yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah di area pesisir atau kebun sekitar. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik diajarkan untuk didaur ulang menjadi produk-produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk menerapkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru di bidang daur ulang.
Kegiatan Bersih Pantai oleh Mahasiswa
Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan, para mahasiswa melakukan aksi bersih pantai di area sekitar Wisata Botutonuo. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi timbunan sampah di kawasan wisata dan memberikan contoh nyata pentingnya tindakan bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melalui aksi bersih pantai ini, mahasiswa mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah yang sering kali terabaikan, terutama di kawasan wisata yang banyak dikunjungi orang.
Dalam kesempatan ini, Prof. Sukirman berharap agar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat menjadi awal dari gerakan yang lebih besar untuk mengelola sampah secara berkelanjutan di kawasan pesisir. "Kami berharap masyarakat dapat menjadi lebih peduli dan berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, tidak hanya di kawasan wisata, tetapi juga di area pesisir lainnya yang merupakan bagian penting dari ekosistem kita,” ungkapnya.
Dukungan Dosen Pendamping dan Harapan Keberlanjutan
Kegiatan PKM ini juga didukung oleh beberapa dosen dari Jurusan Ilmu Lingkungan yang memberikan pendampingan dalam hal teknis pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Para dosen tersebut memberikan bimbingan kepada mahasiswa mengenai metode pendekatan kepada masyarakat serta teknik edukasi yang efektif. Mereka juga mendorong agar mahasiswa dapat mengembangkan program pengelolaan sampah berkelanjutan di daerah lain di masa depan, sehingga dampak positif kegiatan ini dapat dirasakan lebih luas.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan, tetapi juga menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari dalam kehidupan nyata. Diharapkan, upaya edukasi dan pelatihan yang telah dilakukan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan yang lebih besar di kalangan masyarakat sekitar Wisata Botutonuo serta pengunjung wisata.