
Boalemo, Selasa, 12 November 2024 – Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo meresmikan Pulau Asiangi sebagai Pulau Literasi Konservasi dalam sebuah upacara yang dihadiri berbagai pihak, termasuk perwakilan dari JICA, LP2M Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo), Forum DAS Gorontalo, dan Jurusan Ilmu Lingkungan FMIPA Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Pulau Asiangi dirancang sebagai pusat penelitian dan pengabdian masyarakat, yang bertujuan menjaga ekosistem dan mengembangkan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata berkelanjutan. Salah satu inisiatif strategis dalam proyek ini adalah rencana relokasi komunitas Suku Bajo yang saat ini tinggal di Kabupaten Boalemo ke Pulau Asiangi. Relokasi ini bertujuan memberikan tempat tinggal yang lebih layak sekaligus memberdayakan mereka sebagai penjaga ekosistem pulau.
“Pulau Asiangi akan menjadi pusat riset dan kolaborasi bagi berbagai pihak, seperti perguruan tinggi dan lembaga riset lainnya, untuk memastikan pelestarian alam sekaligus mendorong pengembangan kawasan ini sebagai obyek wisata edukasi,” ujar Ketua Jurusan Ilmu Lingkungan FMIPA UNG, Prof. Dr. Sukirman Rahim, S.Pd., M.Si.
Jurusan Ilmu Lingkungan FMIPA UNG menjadi salah satu aktor kunci dalam pengembangan pulau ini. Beberapa akademisi yang terlibat langsung dalam program ini di antaranya adalah:
Pulau Asiangi diharapkan menjadi laboratorium alam yang akan dimanfaatkan untuk penelitian ekologi, sosial, dan ekonomi, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, kawasan ini diproyeksikan menjadi model pengelolaan pulau berbasis konservasi dan literasi.
Program ini juga menunjukkan komitmen Kabupaten Boalemo dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus memberdayakan masyarakat lokal.“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan pembangunan yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan,” pungkas Prof. Sukirman.