
Gorontalo, 6 November 2026 – Jurusan Ilmu Lingkungan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Gorontalo, menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dengan tema “Menghadapi Polikrisis: Tantangan Lingkungan dan Green Skills untuk Masa Depan”, Jumat (6/11/2026), bertempat di Ruang Kuliah 1.1–1.2 Fakultas MIPA UNG. Kegiatan ini menjadi ruang akademik strategis untuk memperluas wawasan mahasiswa dan sivitas akademika mengenai kompleksitas tantangan lingkungan global serta pengembangan keterampilan hijau sebagai kompetensi penting dalam menghadapi dinamika pembangunan berkelanjutan.
Kuliah tamu menghadirkan Dr. Amanda Katili, S.Si., M.Sc., praktisi kebijakan dan aksi iklim, lingkungan, serta keberlanjutan, sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan atmosfer akademik, peningkatan kapasitas keilmuan, serta pengembangan perspektif multidisipliner dalam memahami persoalan lingkungan kontemporer.
Ketua Jurusan Ilmu Lingkungan, Prof. Dr. Sukirman Rahim, S.Pd., M.Si., turut memberikan apresiasi terhadap antusiasme dan partisipasi peserta yang berasal dari berbagai latar belakang akademik. Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas keterlibatan aktif mahasiswa, dosen, dan peserta lintas program dalam mendukung kegiatan akademik yang memperkaya pengetahuan serta mendorong kolaborasi keilmuan di bidang lingkungan dan keberlanjutan.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Lingkungan, mahasiswa dari jurusan lain di lingkungan FMIPA UNG, mahasiswa Program Studi Kependudukan dan Lingkungan Hidup, serta mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo. Kuliah tamu juga dihadiri oleh dosen-dosen Jurusan Ilmu Lingkungan, sehingga menjadi momentum penting dalam memperkuat interaksi akademik antara mahasiswa, dosen, dan praktisi profesional di bidang lingkungan dan keberlanjutan.
Dalam pemaparannya, Dr. Amanda Katili menguraikan konsep polikrisis, yakni kondisi ketika berbagai krisis saling berinteraksi dan memperkuat dampak satu sama lain, sehingga kompleksitas permasalahan yang muncul menjadi lebih besar dibandingkan apabila krisis tersebut ditangani secara terpisah. Krisis iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, pencemaran, ketahanan pangan, ketersediaan air, energi, deforestasi, dan kebakaran hutan merupakan sejumlah persoalan yang memiliki keterkaitan sistemik serta membutuhkan pendekatan penyelesaian yang terintegrasi.
Lebih lanjut, peserta diajak memahami bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dipandang semata-mata sebagai isu ekologis, tetapi juga berkaitan erat dengan dimensi sosial, ekonomi, kebijakan publik, dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penanganan polikrisis memerlukan sinergi antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan partisipasi masyarakat melalui pendekatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ekonomi sirkular, serta Nature-based Solutions (NbS) atau solusi berbasis alam.

Salah satu fokus utama kuliah tamu adalah pengembangan green skills atau keterampilan hijau yang semakin dibutuhkan dalam dunia kerja dan pembangunan berkelanjutan. Keterampilan tersebut mencakup systems thinking atau berpikir sistemik, literasi digital dan data lingkungan, kajian keberlanjutan, komunikasi sains, serta kemampuan merumuskan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan lingkungan. Penguasaan kompetensi tersebut dinilai penting bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan profesi masa depan, termasuk peluang karier di sektor publik, industri, lembaga swadaya masyarakat, penelitian, hingga kewirausahaan berbasis lingkungan.
Dalam konteks pendidikan tinggi, pengembangan green skills juga menjadi bagian penting dalam memperkuat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori dan konsep lingkungan, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, keterampilan pemecahan masalah, serta kapasitas mengintegrasikan pengetahuan ilmiah ke dalam tindakan nyata. Melalui riset kontekstual, kolaborasi lintas disiplin, dan kepemimpinan generasi muda, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman, bertukar gagasan, serta merefleksikan relevansi materi terhadap tantangan lingkungan di tingkat lokal maupun global. Antusiasme peserta menunjukkan pentingnya ruang dialog akademik yang mempertemukan perspektif praktisi dan akademisi dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai isu keberlanjutan.
Melalui penyelenggaraan kuliah tamu ini, Jurusan Ilmu Lingkungan FMIPA UNG berharap dapat memperkuat kompetensi akademik mahasiswa, memperluas jejaring kolaborasi, serta menumbuhkan kesadaran dan kepemimpinan lingkungan di kalangan sivitas akademika. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Jurusan Ilmu Lingkungan dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang responsif terhadap tantangan lingkungan dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.
Memahami kompleksitas polikrisis merupakan langkah awal. Tantangan berikutnya adalah mengembangkan keterampilan hijau untuk mengubah pengetahuan menjadi solusi dan tindakan nyata.

Dalam rangka merespon tantangan dan prospek akademisi untuk kolaborasi dengan berbagai pihak guna memberikan kontribusi dalam pemecahan masalah lingkungan global dan penyiapan SDM di bidang lingkungan, maka Perkumpulan Program Studi Ilmu Lingkungan (PEPSILI) akan menyelenggarakan International Conference dengan tema "Harmonization of Various Impact Assessment Tools for Nature" dan Rapat Kerja Nasional XI dengan tema "Sinergi Kualitas Akademik Rumpun Program Studi Ilmu Lingkungan Berbasis Lembaga Agreditasi Mandiri" yang akan diselenggarakan pada 21-23 Agustus 2024 di Universitas Udayana Bali dan akan di hadiri oleh beberapa Dosen Ilmu Lingkungan, FMIPA UNG.
Semarak Kemerdekaan: Jurusan Ilmu Lingkungan FMIPA, UNG akan melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Boalemo pada tanggal 18-19 Agustus 2024.
PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) tingkat Jurusan adalah program orientasi yang diselenggarakan oleh masing-masing jurusan di sebuah Universitas untuk mahasiswa baru. Kegiatan PKKMB ini diawali dari tingkat Universitas tanggal 12-14, kemudian dilanjutkan ke tingkat Fakultas tanggal 15 dan terakhir tingkat Jurusan tanggal 16.